Bolehkah Jual Beli Saham dalam Islam

5 thoughts on “Bolehkah Jual Beli Saham dalam Islam”

  1. Pendapat tentang haramnya transaksi saham melalui bursa efek juga muncul dari Majelis Fatwa Syariat Kuwait. Alasannya, unsur-unsur syirkah al-asham yang dikenal dalam fikih Islam tidak terlihat dalam bursa efek. Di samping itu, dalam kegiatan ini sangat menonjol unsur penipuan (gurur). Para ulama dan peminat hukum Islam di Indonesia mengemukakan beberapa pendapat. Pakar Ilmu Syariat UIN Jakarta Dr H Peunoh Daly mengatakan, jual beli saham di bursa efek mengandung gurur. Hal ini dilarang dalam Islam.Menurutnya, jual beli saham di bursa efek sama dengan memperjualbelikan ikan dalam kolam yang tidak diketahui jumlahnya atau menjual buah-buahan di pohon dan belum matang. Unsur spekulasinya terlalu besar, sehingga bisa mencelakakan orang banyak. Sikap seperti ini dilarang syarak. Menurut Peunoh Daly, jual beli saham di bursa efek setidaknya berhukum makruh. Dosen fikih Islam Pascasarjana UIN Jakarta Dr H Satria Effendi juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, transaksi jual beli saham mengandung dua kemungkinan, yaitu gubun fahisy (kerugian besar) dan gubun yasir (kerugian biasa).

  2. Buat saja videonya mas Adam Kurniawan. Nanti biar kami bisa menilai, anggapan mana yang lebih masuk. Saya lihat anda banyak ngisi komentar mengenai "haramnya jual beli saham". Lalu bagaimana dengan "Tadawul/ bursa efek Arab Saudi"? Sekalian itu dibuat poin dalam videonya nanti ya mas… saya benar2 butuh pencerahan atau argumen dari anda.

  3. saham itu g sama aj kayak hutang?? tiap bulan dapet hasil dri saham(℅),.. saham kembali sama tp dalam jangka waktu yg tidak tentu dengan nilai yg sama,..

Comments are closed.